Rabu, 22 Maret 2017

Perawatan Mesin Industri



Perawatan Mesin


Perawatan  di  suatu  industri merupakan salah satu  faktor  yang  penting  dalam mendukung suatu proses produksi yang mempunyai daya saing di pasaran. Produk yang dibuat industri harus mempunyai hal-hal berikut:

Kualitas baik

Harga pantas

Di produksi dan diserahkan ke konsumen dalam waktu yang cepat.

Oleh karena itu proses produksi harus didukung oleh peralatan yang siap bekerja setiap saat dan handal. Untuk mencapai hal itu maka peralatan-peralatan penunjang proses produksi ini harus selalu dilakukan perawatan yang teratur dan terencana.

Secara skematik, program perawatan di dalam suatu industri bisa dilihat pada gambar 1.


Perawatan : Suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang, memperbaikinya sampai pada suatu kondisi yang dapat diterima.

Merawat   dalam   pengertian   suatu   kondisi   yang   dapat   diterima antara   suatu perusahaan berbeda dengan perusahaan lainnya.

Mengapa ada bagian perawatan?

Dibentuknya bagian perawatan dalam suatu perusahaan industri dengan tujuan :


1. Agar mesin-mesin industri, bangunan, dan peralatan lainnya selalu dalam keadaan siap pakai secara optimal.

2. Untuk menjamin kelangsungan produksi sehingga dapat membayar kembali modal yang telah ditanamkan dan akhirnya akan mendapatkan keuntungan yang besar.

Siapa yang berkepentingan dengan bagian perawatan?

1. Penanam modal (investor).

2. Manager.

3. Karyawan perusahaan yang bersangkutan.

Bagi investor perawatan penting karena:

1. Dapat  melindungi  modal  yang  ditanam  dalam  perusahaan  baik  yang  berupa bangunan gedung maupun peralatan produksi.

2. Dapat  menjamin  penggunaan  sarana  perusahaan  secara  optimal  dan  berumur panjang.

3. Dapat menjamin kembalinya modal dan keuntungan.

4. Dapat menjamin kelangsungan hidup perusahaan.

5. Dapat mengetahui dan mengendalikan biaya perawatan dan mengembangkan data- data operasi yang berguna untuk membantu menentukan anggaran biaya dimasa yang akan datang.

Bagi para manager perawatan penting dengan harapan dapat membantu:

1. Melindungi bangunan dan instalasi pabrik terhadap kerusakan.

2. Meningkatkan daya guna serta mengurangi waktu menganggurnya peralatan.

3. Mengendalikan dan mengarahkan tenaga karyawan.

4. Meningkatkan efisiensi bagian perawatan secara ekonomis.

5. Memelihara instalasi secara aman.

6. Pencatatan perbelanjaan dan biaya pekerjaan.

7. Mencegah pemborosan perkakas suku cadang dan material.

8. Memperbaiki komunikasi teknik.

9. Menyediakan data biaya untuk anggaran mendatang.

10. Mengukur hasil kerja pabrik sebagai pedoman untuk menempuh suatu kebijakan yang akan datang.


Bagi karyawan, berkepentingan dengan perawatan dengan harapan dapat:

1. Menjamin kelangsungan hidup karyawan  yang  memadai dalam  jangka panjang, yang mana akan menumbuhkan rasa memiliki sehingga peralatan/sarana   yang dapat menjamin kelangsungan hidupnya akan dijaga dan dipelihara dengan baik.
2. Menjamin keselamatan kerja karyawan.

3. Menimbulkan rasa bangga bila bekerja pada perusahaan yang sangat terpelihara keadaannya.


Tujuan utama perawatan:

1. Untuk memperpanjang umur penggunaan asset.

2. Untuk menjamin ketersediaan optimum peralatan yang dipasang untuk produksi dan dapat diperoleh laba yang maksimum.
3. Untuk menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang diperlukan dalam keadaan darurat setiap waktu.
4. Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan tersebut.




PENGORGANISASIAN DEPARTEMEN PERAWATAN

         Dalam pengorganisasian pekerjaan perawatan, perlu diselaraskan secara tepat antara faktor-faktor keteknikan, geografis dan situasi personil yang mendukung.

Beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan departemen perawatan adalah:

a.   Jenis Pekerjaan
Jenis pekerjaan perawatan akan menentukan karakteristik pengerjaan dan jenis pengawasan. Jenis-jenis pekerjaan perawatan yang biasanya dilakukan adalah : sipil, permesinan, pemipaan, listrik dan sebagainya.

b.   Kesinambungan Pekerjaan
Jenis pengaturan pekerjaan yang dilakukan di suatu perusahaan/industri akan mempengaruhi  jumlah  tenaga  perawatan  dan  susnan  organisasi  perusahaan. Sebagi contoh, untuk pabrik yang melakukan aktifitas pekerjaan lima hari kerja seminggu dengan satu shift, maka program perawatan preventif dapat dilakukantanpa menganggu kegiatan produksi dimana pekerjaan perawatan bisa dilakukan diluar jam produksi. Berbeda halnya dengan aktifitas pekerjaan produksi yang kontinyu ( 7 hari seminggu, 3 shift sehari) maka pekerjaan perawatan harus diatur ketika mesin sedang berhenti beroperasi.

c.  Situasi Geografis
Lokasi  pabrik  yang  terpusat  akan  mempunyai  jenis  program  perawatan  yang berbeda jika dibandingkan dengan lokasi pabrik yang terpisah-pisah. Sebuah pabrik besar dan bangunannya tersebar akan lebih baik menerapkan program perawatan lokal masing-masing (desentralisasi), sedangkan pabrik kecil atau lokasi bangunannya berdekatan akan lebih baik menerapkan sistem perawatan terpusat (sentralisasi).

d.  Ukuran Pabrik
Pabrik yang besar akan membutuhkan tenaga perawatan yang besar dibandingkan dengan pabrik yang kecil, demikian pula halnya bagi tenaga pengawas.
e. Ruang lingkup bidang perawatan pabrik
Ruang lingkup pekerjaan perawatan ditentukan menurut kebijaksanaan manajemen. Departemen perawatan yang dituntut melaksanakan fungsi primer dan sekunder akan membutuhkan supervisi tambahan, sedangkan departemen perawatan yang fungsinya tidak terlalu luas akan membutuhkan organisasi yang lebih sederhana.

f.   Keterandalan tenaga kerja yang terlatih
Dalam membuat program  pelatihan, dipertimbangkan terhadap tuntutan keahlian dan keandalan pada masing-masing lokasi yang belum tentu sama.

Konsep Dasar Organisasi Departemen Perawatan

Beberapa konsep dasar organisasi perawatan adalah :

a.  Adanya pembatasan wewenang yang jelas dan layak untuk menghindari terjadinya tumpang tindih dalam kekuasaan.

b.  Hubungan vertikal antara atasan dan bawahan yang menyangkut masalah wewenang dan tanggung jawab dibuat sedekat mungkin.

c.   Menentukan   jumlah   optimum   pekerja   yang   ditangani   oleh   seorang pengawas.
d.  Susunan personil yang tepat dalam organisasi. Prinsip-prinsip Organisasi Departemen Perawatan

a. Perencanaan organisasi yang logis

Bertujuan untuk mencapai tujuan produksi :

Ongkos perawatan untuk setiap unit produksi diusahakan serendah mungkin

Meminimumkan bahan sisa atau yang tidak standar

Meminimumkan kerusakan peralatan yang kritis

Menekan ongkos perawatan peralatan yang non-kritis serendah mungkin

Memisahkan fungsi administratuf dan penunjang teknik.

b. Fasilitas yang memadai:

Kantor : lokasi yang cocok, ruangan dan kondisi ntempat kerja yang baik.

Bengkel : tempat pekerjaan, lokasi bangunan, ruangan dan peralatan.

Sarana komunikasi : telepon, pesuruh dll. c. Supervisi yang efektif
Diperlukan dalam mengelola pekerjaan, dimana :
Fungsi dan tanggung jawab jelas

Waktu yang cukup untuk melaksanakan pekerjaan

Latihan khusus untuk memenuhi kecakapan

Cara untuk menilai hasil kerja

d. Sistem dan kontrol yang efektif :

Jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan

Kualitas hasil pekerjaan perawatan

Ketelitian pekerjaan perawatan (tidak terjadi over maintenance)

Penampilan kerja tenaga perawatan

Biaya perawatan.

Berikut diberikan sebuah bentuk struktur organisasi departemen perawatan di industri.



JENIS JENIS PERAWATAN

Dalam istilah perawatan disebutkan bahwa disana tercakup dua pekerjaan yaitu istilah perawatan dan perbaikan. Perawatan dimaksudkan sebagai aktifitas untuk mencegah  kerusakan,  sedangkan  istilah  perbaikan  dimaksudkan  sebagai  tindakan untuk memperbaiki kerusakan.

Secara umum, ditinjau dari saat pelaksanaan pekerjaan perawatan, dapat dibagi menjadi dua cara:

1. Perawatan yang direncanakan (Planned Maintenance).
2. Perawatan yang tidak direncanakan (Unplanned Maintenance). Secara skematik pembagian perawatan bisa dilihat pada gambar berikut:


Bentuk-bentuk Perawatan

1.   Perawatan Preventif (Preventive Maintenance)
Adalah   pekerjaan   perawatan   yang   bertujuan   untuk   mencegah   terjadinya kerusakan, atau cara perawatan yang direncanakan untuk pencegahan (preventif).

Ruang lingkup pekerjaan preventif termasuk: inspeksi, perbaikan kecil, pelumasan dan penyetelan, sehingga peralatan atau mesin-mesin selama beroperasi terhindar dari kerusakan.

2.   Perawatan Korektif
Adalah pekerjaan perawatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi fasilitas/peralatan sehingga mencapai standar yang dapat diterima.

Dalam  perbaikan  dapat  dilakukan  peningkatan-peningkatan  sedemikian  rupa, seperti melakukan perubahan atau modifikasi rancangan agar peralatan menjadi lebih baik.

3.   Perawatan Berjalan
Dimana pekerjaan perawatan dilakukan ketika fasilitas atau peralatan dalam keadaan bekerja. Perawatan berjalan diterapkan pada peralatan-peralatan yang harus beroperasi terus dalam melayani proses produksi.

4.   Perawatan Prediktif
Perawatan prediktif ini dilakukan untuk mengetahui terjadinya perubahan atau kelainan dalam kondisi fisik maupun fungsi dari sistem peralatan. Biasanya perawatan prediktif dilakukan dengan bantuan panca indra atau alat-alat monitor yang canggih.

5.   Perawatan setelah terjadi kerusakan (Breakdown Maintenance)
      Pekerjaan perawatan dilakukan setelah terjadi kerusakan pada peralatan, dan untuk      memperbaikinya harus disiapkan suku cadang, material, alat-alat dan tenaga kerjanya.

6. Perawatan Darurat (Emergency Maintenance)
    Adalah pekerjaan perbaikan yang harus segera dilakukan karena terjadi kemacetan atau      kerusakan yang tidak terduga.


Disamping jenis-jenis perawatan yang telah disebutkan diatas, terdapat juga beberapa  jenis  pekerjaan  lain  yang  bisa  dianggap  merupakan  jenis  pekerjaan perawatan seperti:

1. Perawatan dengan cara penggantian (Replacement instead of maintenance)
Perawatan   dilakukan   dengan   cara   mengganti   peralatan   tanpa   dilakukan perawatan,  karena  harga  peralatan  pengganti  lebih  murah  bila  dibandingkan dengan biaya perawatannya. Atau alasan lainnya adalah apabila perkembangan teknologi sangat cepat, peralatan tidak dirancang untuk waktu yang lama, atau banyak komponen rusak tidak memungkinkan lagi diperbaiki.

2. Penggantian yang direncanakan (Planned Replacement)
Dengan telah ditentukan waktu mengganti peralatan dengan peralatan yang baru, berarti industri tidak memerlukan waktu lama untuk melakukan perawatan, kecuali untuk melakukan perawatan dasar yang ringan seperti pelumasan dan penyetelan. Ketika peralatan telah menurun kondisinya langsung diganti dengan yang baru. Cara penggantian ini mempunyai keuntungan antara lain, pabrik selalu memiliki peralatan yang baru dan siap pakai.

Istilah-istilah yang umum dalam perawatan:

1. Availability:

Perioda    waktu    dimana    fasilitas/peralatan    dalam    keadaan    siap    untuk dipakai/dioperasikan.

2.   Downtime:   Perioda   waktu   dimana   fasilitas/peralatan   dalam   keadaan   tidak dipakai/dioperasikan.

  3. Check:
Menguji dan membandingkan terhadap standar yang ditunjuk.

4. Facility Register
Alat pencatat data fasilitas/peralatan, istilah lain bisa juga disebut inventarisasi peralatan/fasilitas.

5. Maintenance management:
     Organisasi perawatan dalam suatu kebijakan yang sudah disetujui bersama.

6. Maintenance Schedule:
Suatu daftar menyeluruh  yang  berisi kegiatan perawatan  dan kejadian-kejadian yang menyertainya.
 7. Maintenance planning:
Suatu perencanaan yang menetapkan suatu pekerjaan serta metoda, peralatan, sumber daya manusia dan waktu yang diperlukan untuk dilakukan dimasa yang akan datang.
8. Overhaul:
Pemeriksaan dan perbaikan secara menyeluruh terhadap suatu fasilitas atau bagian dari fasilitas sehingga mencapai standar yang dapat diterima.
9. Test:
Membandingkan keadaan suatu alat/fasilitas terhadap standar yang dapat diterima.
10. User:
Pemakai peralatan/fasilitas.
11. Owner:
        Pemilik peralatan/fasilitas.
12. Vendor:
Seseorang atau perusahaan yang menjual peralatan/perlengkapan, pabrik-pabrik dan bangunan-bangunan.
13. Efisiensi:
14. Trip: Mati sendiri secara otomatis (istilah dalam listrik).
15. Shut-in:
Sengaja dimatikan secara manual (istilah dalam pengeboran minyak).
16. Shut-down:
Mendadak mati sendiri / sengaja dimatikan.


Strategi Perawatan
  Pemilihan program perawatan akan mempengaruhi kelangsungan produktivitas produksi pabrik. Karena itu perlu dipertimbangkan secara cermat mengenai bentuk perawatan  yang  akan digunakan  terutama  berkaitan  dengan  kebutuhan  produksi, waktu, biaya, keterandalan tenaga perawatan dan kondisi peralatan yang dikerjakan.

Dalam menentukan strategi perawatan, banyak ditemui kesulitan-kesulitan diantaranya:

Tenaga kerja yang terampil

Ahli teknik yang berpengalaman

Instrumentasi yang cukup mendukung

Kerja sama yang baik diantara bagian perawatan

Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan strategi perawatan:

Umur peralatan/mesin produksi

Tingkat kapasitas pemakaian mesin

Kesiapan suku cadang

Kemampuan bagian perawatan untuk bekerja cepat

Situasi pasar, kesiapan dana dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA

1.  Garg, HP. Industrial Maintenance. S. Chand & Company Ltd, 1997.

2.  Higgins, LR., PE. And LC. Morrow. Maintenance Engineering Handbook,    3
rd
edition. Mc. GrawHill Book Company.

3.  Supandi. Manajemen Perawatan Industri. Ganeca Exact Bandung.

Minggu, 15 Januari 2017

Sistem Turbocharger



Sistem Turbocharger

Pengertian Sistem Turbocharger
Turbo atau istilah kerennya TURBOCHARGER, merupakan sebuah kompresor gas yg digunakan untuk Induksi Paksa (Forced Induction) dari mesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine). 
Turbocharger merupakan komponen mesin yang digunakan untuk memperbaiki proses pembakaran yang terjadi di dalam ruang bakar pada mesin pembakaran dalam. Turbocharger ditemukan oleh Insinyur Swiss yang bernama Alfred Buecchi pada awal abad ke-20, merupakan suatu alat yang memanfaatkan gas buang hasil pembakaran untuk menggerakkan turbin dan dipasang seporos dengan blower yang disebut compressor. Turbocharger berputar dengan kecepatan tinggi menghasilkan udara dengan tekanan lebih untuk dimanfaatkan menaikkan tekanan udara masuk pada motor bakar. 
Pada awal mula perakitan, Turbocharger direferensikan sebagai "Turbosupercharger". sebuah supercharger yg menggunakan compressor udara untuk diinduksikan/didorong secara paksa kedalam mesin. secara logika, menambahkan turbin untuk memutar supercharger akan mengubah istilahnya menjadi "Turbosupercharger". namun, istilah tersebut kemudian, disingkat menjadi "TurboCharger". hal ini, membuat kebingungan karena terkadang istilah "turbosupercharger" masih sering digunakan untuk menunjukkan mesin yg menggunakan crankshaft-drive supercharger dan exhaust-driven turbocharger bersama-sama atau sering pula disebut "twincharging"
Gambar 1. Turbocharger
Turbocharger merupakan sebuah peralatan untuk menambah jumlah asupan udara yang masuk ke dalam silinder dengan memanfaatkan energi gas buang hasil dari pembakaran. Turbocharger merupakan peralatan untuk mengubah sistem pemasukan udara dari konsep natural atau alami menjadi sistem induksi paksa. Jika sebelumnya udara yang akan dimasukkan ke dalam silinder hanya mengandalkan kevakuman yang dibentuk dari pergerakan piston saat bergerak dari TMA ke TMB atau saat langkah hisap, maka dengan turbocharger udara ditekan masuk kedalam silinder menggunakan kompresor yang diputar oleh turbin yang digerakkan oleh tenaga dari gas buang hasil pembakaran. Untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna, maka diperlukan tambahan udara yang dialirkan ke dalam silinder sejumlah aliran bahan bakar tertentu, Bila kepekatan udara bertambah sebelum ditambahkan ke dalam silinder, seluruh bahan bakar terbakar dan daya mesin akan bertambah. Untuk itu mesin diesel yang dilengkapi dengan turbocharger bertujuan untuk memadatkan udara masuk ke dalam silinder mesin. Sehingga daya mesin lebih besar dibandingkan mesin dengan dimensi yang sama.  2. Prinsip kerja dan Komponen yang terdapat pada Turbocharger Prinsip  kerja turbocharger yaitu, pada saat motor diesel dihidupkan, gas buang yang mengalir keluar melalui exhaust manifold juga akan melalui turbin gas sebelum ke udara luar. Gas buang yang keluar akan memutar turbin sekaligus kompresos karena terhbung dengan poros penghubung. Dengan demikian kompresor menghisap udara luar lewat saringan udara dan menekannya keintake manifold. Peningkatan tekanan udara dalam intake manifold akan diikuti oleh kenaikan temperaturnya, sehingga untuk dapat menambah jumlah (volume) udara yang masuk, dilakukan penurunan temperature udara. Penurunan temperature akan diikuti  oleh turunya tekanan, sehingga kompresor dapat menambah jumlah udara yang masuk kedalam slinder. Penurunan temperature udara dilakukan dengan menggunakan pendingin yang disebut dengan intercooler.
Gambar 2. Prinsip Kerja Turbocharger
Komponen pada sistem turbocharger :
1. Rumah kompresor (Blower)
Rumah kompresor terbuat dari bahan aluminium bersambungan dengan bagian pusat inti (centre core) ditopang oleh jaminan baut dan cincin pelat. 
2. Pusat inti (centre core)
Pada bagian rumah pusat inti terdapat poros turbin dan turbin serta roda kompresor (blower), bantalan , ring, cincin pelat, oil deflector. Bagian-bagian yang berputar termasuk turbine shaft, kompresor wheel, shaft bearing, thrust washer dan oil seal ring. Komponenkomponen ini ditunjang oleh bagian center housing. Bagian-bagian yang berputar pada turbocharger dioperasikan pada kecepatan dan temperatur yang tinggi, sehingga materialnya dibuat sangat selektif dengan kepresisian yang sangat tinggi. 
3. Rumah turbin (turbin housing)
Terbuat dari bahan cast steel dan bersambungan dengan bagian rumah pusat inti (centre core) dengan memakai cincin baja penjamin. Diantara sambungan rumah turbin dan manifold buang dipasang gasket yang terbuat dari bahan stainless steel untuk menjamin sambungan tersebut.  
Kontruksi turbocharger terdiri dari sebuah turbin gas dan sebuah kompresor, keduanya dipasang satu poros. Turbin gas berfungsi sebagai pemutar kompresor dengan memanfaatkan  energi panas gas buang. Kontruksi turbocharger seperti terlihat pada gambar berikut ini : 
Gas buang dari exhaust manifold disalurkan menuju rumah sudu turbin gas hingga turbin berputar. Putaran turbin disalurkan kekompresor melalui poros penghubung hingga kompresor juga berputar.  Putaran turbocharger bisa mencapai 100.000 rpm lebih, putaran yang begitu tinggi yang menghasilkan jumlah udara yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan pengisian alami.
Gambar 3. Komponen Utama Turbocharger
Kelengkapan Mesin sistem Turbocharger
1. Intercooler
Pada turbocharger udara panas yang keluar dari blower mencapai suhu 800C, maka perlu kiranya didinginkan dengan intercooler. Sesudah proses pendinginan, maka udara yang padat ini ditekan masuk kesilinder yang mana akan menaikkan efisiensi proses pengisapan udara masuk. Bila udara didinginkan 200C, maka daya mesin dapat dinaikkan 6 sampai 7 %.(Wiranto Arismunandar, 1988). Intercooler berfungsi untuk mendinginkan udara masuk dari blower yang panas karena melewati turbocharger. Dengan mendinginkan udara masuk dari blower kedalam silinder mesin diperoleh berat jenis udara yang lebih besar sehingga berat dan jumlah molekul udarapun bertambah.  Hal ini dapat menambah jumlah bahan bakar yang  ikut terbakar dan mengakibatkan daya mesin bertambah.
Prinsip kerja dari intercooler ini adalah udara dari blower bersinggungan dengan pipapipa air pendingin, sehingga panas udara akan terserap oleh aliran air pendingin. Pada umumnya udara yang keluar dari intercooler dapat diturunkan suhunya sebesar  50 C sampai 100 C. Untuk memperoleh tekanan efektif rata-rata sekitar 10 kg/cm2, maka diperlukan kenaikan udara masuk sedikit-dikitnya 0,5 kg/cm2.
2. Saringan udara (air cleaner)
Saringan udara termasuk komponen yang punya peranan penting dan tidak bisa diabaikan dalam mesin diesel. Karena udara yang masuk kedalam silinder mesin harus sebersih mungkin.
2.1.  Saringan udara dengan minyak 
Udara mula-mula masuk melalui saringan pendahuluan, dimana debu dan kotoran berukuran besar dipisahkan oleh gaya sentrifugal kekotak saringan. Selanjutnya, udara masuk melalui minyak yang menangkap partikel debu yang halus, kemudian masuk melalui lapisan saringan yang memisahkan minyak dari udara. Dengan demikian minyak akan menjadi kotor sehingga perlu diganti secara periodik.  
2.2.  Saringan udara dengan kertas
Saringan tersebut dipakai untuk jangka waktu yang lama, jika dibersihkan secara periodik. Pembersihan saringan kertas dilakukan dengan meniupkan udara dari bagian dalam saringan. Namun setelah suatu jangka waktu tertentu, sebaiknya kertas saringan tersebut diganti dengan yang baru. Hal itu disebabkan karena akhirnya saringan tersebut akan tersumbat juga.
Keuntungan dan kerugian dari sistem Turbocharger
1.  Keuntungan dari sistem Turbocharger
1.1. Peningkatan kekuatan untuk rasio berat 
Sebuah turbocharger dapat meningkatkan daya dan torsi mesin diesel sebesar 30% -40% dari versi konvensional. 
1.2. Mengurangi kebisingan mesin 
Turbin casing berfungsi sebagai kumpulan penyerapan kebisingan mesin gas buang. Demikian pula, bagian inlet kompresor mengurangi kebisingan yang dihasilkan oleh induksi udara dalam intake manifold. Akibatnya, mesin turbocharger biasanya tenang dari pada konvensional lainnya.
1.3. Pengurangan Asap
Mesin turbocharger menghasilkan fase pembakaran lebih efisien dan bersih, yang mengurangi produksi asap pada mesin.
1.4. Membantu dalam meredam gas buang
Turbocharger dapat meredam bunyi letupan yang dihasilkan oleh gas buang yang keluar, karena pada turbocharger tersebut dilengkapi dengan alat peredam suara (silencer). 
1.5. Efisiensi mekanis motor dapat dinaikkan 
Kerugian-kerugian mekanis akibat terjadinya gesekan mempunyai hubungan dengan ukuran dan jumlah putaran motor. Pembesaran kerugian gesekan karena adanya penggunaan turbocharger hanya disebabkan karena bertambahnya putaran motor saja. Oleh karena adanya motor diesel yang dilengkapi dengan turbocharger mempunyai tingkat efisiensi mekanis yang lebih besar, bila dibandingkan dengan motor diesel yang tanpa turbocharger pada daya yang sama. Hal ini karena pada motor diesel yang menggunakan turbocharger tidak perlu memperbesar konstruksi utama motornya.

1.6. Dapat bekerja ditempat yang mempunyai ketinggian.
Semakin tinggi letak suatu tempat dari permukaan  laut, maka akan semakin rendah tekanan atmosfirnya. Hal ini berarti kerapatan udara yang akan masuk kedalam silinder pembakaran motor akan berkurang dan sebagai akibatnya bahan bakar yang dapat dibakar didalam silinder akan berkurang juga, sehingga dapat menyebabkan tenaga motor berkurang dari semula. Penurunan ini akan lebih kecil pada motor yang dilengkapi dengan sistem turbocharger.
1.7. Tidak menyerap tenaga dari poros utama.
Dalam penggunaan sistem turbocharger, tidak ada hubungan langsung secara mekanis dengan tenaga mesin yang dibutuhkan sehingga tenaga blower atau kompresor tidak mengakibatkan kerugian pada daya mesin.
Kerugian dari sistem Turbocharger.
Adapun kelemahan ataupun kerugian menggunakan sistem turbocharger:
1. Bila turbocharger mengalami gangguan maka dapat berpengaruh terhadap daya mesin.
2. Minyak pelumas lebih boros karena digunakan juga untuk melumasi komponen-komponen
yang terdapat pada turbocharger.
3. Menambah pekerjaan bagi operator  mesin, karena harus terus memperhatikan kerja dari
turbocharger .
4. Motor membutuhkan kualitas minyak tinggi dan perubahan minyak lebih sering, Karena
mengalami kondisi kerja yang lebih keras bantalan dari turbin dan kompresor perlu
diperhatikan karena sering bekerja pada suhu yang sangat tinggi.
5. Motor dengan turbocharger memerlukan bahan yang lebih baik dan pelumasan serta
sistem pendinginan yang lebih efisien. 

Pengaruh Turbocharger Terhadap Output Tenaga
Penggunaan sistem turbocharger mempunyai keuntungan atau tujuan yang kurang lebih sama dengan supercharger, untuk memperbaiki efisiensi volumetrik mesin dengan memecahkan salah satu batasan kardinalnya. Tekanan udara pada atmosfir tidak lebih dari 1 atm (14,7psi), sehingga dengan adanya sistem turbocharger akan terdapat atau terjadi batas mutlak antara tekanan dalam katup masuk dan jumlah aliran udara yg akan memasuki ruang pembakaran. Turbocharger meningkatkan tekanan pada titik dimana udara akan memasuki silinder, kadar udara (oksigen) yg besar dipaksakan masuk ketika tekanan pada inlet manifold meningkat.  Tambahan aliran kadar  udara (oksigen) yang memasuki ruang pembakaran akan membuat mesin mampu mengendalikan tekanan ruang bakar dan perbandingan bahan bakar dan udara yg seimbang saat mesin berada pada RPM tinggi. Dengan adanya sistem turbocharger ini ketika RPM tinggi kadar udara yang akan memasuki ruang pembakaran akan diperbanyak oleh blower yang berputar akibat hubungan poros blower dengan turbin yang dipasangkan pada saluran pembuangan motor diesel. Hal ini akan meningkatkan tenaga dan torsi yg dikeluarkan oleh mesin. 
Perawatan Turbocharger
Hal-hal yang perlu dijaga selama mengoperasikan turbocharger yaitu :
a. Memastikan minyak pelumas, melumasi bagian turbin yang ada dalam turbocharger. b.  Menghindari keadaan-keadaan yang tiba-tiba pada putaran mesin. c. Mengamati suara blower yang bekerja dan memastikan tidak ada suara-suara aneh yang terjadi pada blower. d. Bila terdapat suara aneh atau ketidak seimbangan pada mesin turbocharger, turunkan putaran (beban) atau mematikan mesin. Kemudian periksa akan sumber suara tersebut. e. Hindarilah penurunan putaran mesin secara tiba-tiba sehingga mesin seakan-akan ingin berhenti kecuali dalam keadaan memaksa atau darurat.
b. Hindari putaran mesin yang pelan pada jangka waktu yang lama, ini akan menyebabkan blower kotor dan efisiensi berkurang. Selain itu membuat turbin kotor dan juga memaksa gas buang akan menerobos melalui seal-seal masuk kedalam bagian blower. g.  Setelah menjalankan mesin pada putaran tinggi atau beban penuh, jalankan mesin secara idle (pelan tanpa beban) selama kurang lebih 3 menit sampai dengan 5 menit sebelum mesin dimatikan, bila ini tidak dilaksanakan, akan dapat merusak bantalan poros turbin. 
1. Pemeliharaan terencana
a. Pemeliharaan pencegahan yaitu pemeliharaan pada waktu beroperasi dan pemeliharaan pada waktu tidak beroperasi.
b. Pemeliharaan korektif yaitu pemeliharaan reparasi kecil dan overhaule. 2. Pemeliharaan tidak terencana
3. Pemeliharaan tidak terencana dilakukan secara mendadak pada waktu kerusakan atau juga pemeliharaan darurat.  
Ketentuan Operasi Diesel Turbocharger Dalam pengoperasian diesel turbocharger ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
a. Poros turbocharger adalah bagian yang sangat penting dalam turbocharger dan untuk itu perlu perhatian khusus dalam pemeliharaan poros tersebut.
b. Berhati-hatilah tentang pengotoran dan pembuihan minyak lumas.
c. Bila saringan udara telah terpakai dalam jangka waktu lama tanpa dibersihkan, ini akan menjadi penyebab utama penghalang aliran udara.
d. Periksalah plat-plat zink (anti karat) setiap bulan, bila setengahnya sudah termakan karat gantilah.
e. Jangan memberi air pendingin terlalu banyak, dan juga jangan membiarkan air pendingin terlalu panas. 
Sumber :
Sukoco & Arifin, Zainal. (2008). Teknologi Motor Diesel. Bandung
Anonim. (2013). Prinsip Kerja Turbocharger Pada Kendaraan.
Usman Robingu. (1979).  Motor Bakar 3. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.

Senin, 23 November 2015

Perancangan Instalasi Pengolahan Limbah ( Limbah Industri Tekstil )

 BAB I

Pendahuluan

I.I Latar Belakang

     Sebagai Negara yang sedang berkembang, Indonesia mengandalkan sector industri. Industri yang diandalkan salah satunya adalah industri tekstil. Dalam proses industri tekstil limbah pasti akan dihasilkan. Selain itu proses industri tekstil membawa dampak, yakni adanya limbah cair yang berasaldari proses industri tekstil. Limbah cair menimbulkan polusi air yang menyebabkan ekosistem diperairan menjadi tidak seimbang. Tujuan pengelolaan limbah adalah untuk meminimalkan limbah yang dihasilkan agar tidak mencemari air serta menurunkan kadar bahan pencemar yang terkandung didalamnya hingga limbah cair memenuhi syarat untuk dapat dibuang. Memanfaatkan kembali sisa-sisa limbah padat dan cair yakni seperti sisa minyak dan sisa kain juga dapat dilakukan agar tidak menambah penghasilan sampah. Jadi, limbah tekstil cair selain menyebabkan ekosistem di perairan menjadi tidak seimbang juga menghasilkan limbah cair yang menimbulkan polusi air.



     Di sisi lain, pembangunan industri tekstil yang kebanyakan terletak di daerah aliransungai (DAS) telah menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar dan lingkungan. Kebanyakan industri tekstil di Indonesia belum mengoptimalkan instalasi pengolahanlimbahnya, kebanyakan industri tersebut membuang limbahnya pada DAS. Hal tersebut tentu saja dapat mengurangi kualitas lingkungan, khususnya air dan tanah. Permasalahan yang timbul akibat buangan limbah industi tersebut umumnya meliputi masalah Biochemical Oxygen Demand (BOD),Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), dan logam berat seperti Co, Cr, dan Zn yang berada dalam konsentrasi yang sangat tinggi dan bahkan melebihi konsentrasi ambang batas yang diperbolehkan menurut KEPMENKLH No.4 th. 2002.


BAB II

Pembahasan

      Limbah tekstil merupakan limbah yang dihasilkan dalam proses pengkanjian, proses penghilangan kanji, penggelantangan, pemasakan, merserisasi, pewarnaan, pencetakan dan proses penyempurnaan. Proses penyempurnaan kapas menghasil kan limbah yang lebih banyak dan lebih kuat dari pada limbah dari proses penyempurnaan bahan sistesis.
         Gabungan air limbah pabrik tekstil di Indonesia rata-rata mengandung 750 mg/l padatan tersuspensi dan 500 mg/l BOD. Perbandingan COD : BOD adalah dalam kisaran 1,5 : 1 sampai 3 : 1. Pabrik serat alam menghasilkan beban yang lebih besar. Beban tiap ton produk lebih besar untuk operasi kecil dibandingkan dengan operasi modern yang besar, berkisar dari 25 kg BOD/ton produk sampai 100 kg BOD/ton. Informasi tentang banyaknya limbah produksi kecil batik tradisional belum ditemukan.
II.I Proses Pembuatan Tekstil
    Serat buatan dan serat alam (kapas) diubah menjadi barang jadi tekstil dengan menggunakan serangkaian proses. Serat kapas dibersihkan sebelum disatukan menjadi benang. Pemintalan mengubah serat menjadi benang. Sebelum proses penenunan atau perajutan, benang buatan maupun kapas dikanji agar serat menjadi kuat dan kaku. Zat kanji yang lazim digunakan adalah pati, perekat gelatin, getah, polivinil alkohol (PVA) dan karboksimetil selulosa (CMC). Penenunan, perajutan, pengikatan dan laminasi merupakan proses kering.
      Sesudah penenunan serat dihilangkan kanjinya dengan asam (untuk pati) atau hanya air (untuk PVA atau CMC). Penghilangan kanji pada kapas dapat memakai enzim. Sering pada waktu yang sama dengan pengkanjian, digunakan pengikisan (pemasakan) dengan larutan alkali panas untuk menghilangkan kotoran dari kain kapas. Kapas juga dapat dimerserisasi dengan perendaman dalam natrium hidroksida, dilanjutkan pembilasan dengan air atau asam untuk meningkatkan kekuatannya.
       Penggelantangan dengan natrium hipoklorit, peroksida atau asam perasetat dan asam borat akan memutihkan kain yang dipersiapkan untuk pewarnaan. Kapas memerlukan pengelantangan yang lebih ekstensif daripada kain buatan (seperti pendidihan dengan soda abu dan peroksida).
       Pewarnaan serat, benang dan kain dapat dilakukan dalam tong atau dengan memakai proses kontinyu, tetapi kebanyakan pewarnaan tekstil sesudah ditenun. Di Indonesia denim biru (kapas) dicat dengan zat warna. Kain dibilas diantara kegiatan pemberian warna. Pencetakan memberikan warna dengan pola tertentu pada kain diatas rol atau kasa.

II.II Sumber Limbah

      Larutan penghilang kanji biasanya langsung dibuang dan ini mengandung zat kimia pengkanji dan penghilang kanji pati, PVA, CMC, enzim, asam. Penghilangan kanji biasanya memberi kan BOD paling banyak dibanding dengan proses-proses lain. Pemasakan dan merserisasi kapas serta pemucatan semua kain adalah sumber limbah cair yang penting, yang menghasilkan asam, basa, COD, BOD, padatan tersuspensi dan zat-zat kimia. Proses-proses ini menghasilkan limbah cair dengan volume besar, pH yang sangat bervariasi dan beban pencemaran yang tergantung pada proses dan zat kimia yang digunakan. Pewarnaan dan pembilasan menghasilkan air limbah yang berwarna dengan COD tinggi dan bahan-bahan lain dari zat warna yang dipakai, seperti fenol dan logam. Di Indonesia zat warna berdasar logam (krom) tidak banyak dipakai. Proses pencetakan menghasilkan limbah yang lebih sedikit daripada pewarnaan.
II.III Jenis Limbah
            1. Logam berat terutama As, Cd, Cr, Pb, Cu, Zn.
            2. Hidrokarbon terhalogenasi ( dari proses dressing dan finishing ).
            3. Pigmen, zat warna dan pelarut organik.
            4. Tensioactive ( surfactant ).
II.IV Pengolahan Limbah
    Pada pengolahan limbah cair industri tekstil dapat melalui beberapa tahapan mulai dari air sisa produksi dyeing (Influent) sampai air hasil pengolahan (Efluent). Proses pengolahan limbah cair atau instalasi pengolahan air limbah ( IPAL) dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

  

   

Instalasi Pengolahan Air Limbah PT. Hanil Indonesia


Keterangan gambar:

1. Air limbah produksi ( influent ).

2. Cooling Tower adalah tempat atau menara pendingin limbah cair dari sisa produksi dyeing.

3.  Equalization Basin adalah bak equalisasi atau bak penampungan air limbah.

4.  Coagulation Basin adalah bak tempat terjadinya pemisahan kotoran-kotoran yang halus ( partikel-      partikel tersuspensi maupun koloid ) yang menyebabkan warna dan kekeruhan dalam limbah cair        dengan penambahan zat penggumpal ( koagulan ).
 
5.  Flocculation Basin adalah tempat atau bak pembentukan flock - flock / memperbesar kotoran              dengan      penambahan polimer.

6.  Dissolve Air Flotator ( DAF ) adalah tempat terjadinya pemisahan antara limbah padat ( sludge )         yang berbentuk seperti busa dengan air yang jernih dengan bantuan skum skimmer yang dibantu          oleh pressure tank yang membuat limbah padat dapat berada diatas permukaan air.

7.  Sludge Storage Basin adalah tempat penampungan limbah padat ( sludge ) dari DAF dan sisa               lumpur aktif yang rusak/mengandung bakteri yang sudah mati dari settler.
8.  Belt Press adalah alat untuk mengepress sludge dengan bantuan polimer yang berfungsi untuk             merekatkan sludge, dari proses ini akan dihasilkan sludge padat.

9.  Bak penampung, untuk menampung sludge padat.

10. First Treated Water Basin ( tempat penampungan air dari DAF dimana sisa limbah akan                     diuraikan oleh bakteri ).

11. Aeration Basin ( bak aerasi yang mengandung bakteri yang menguraikan warna ).

12. Settler adalah tempat pemisahan lumpur aktif dengan air hasil olahan.

13. Effluent ( bak penampung air yang sudah bersih, keluar melalui flow meter ).

14. Sungai.

BAB III

Penutup

Kesimpulan

Berdasarkan hal yang telah dikemukan sebelumnya maka dapat ditarik beberapa kesimpulan               diantaranya :

  1. Limbah tekstil merupakan limbah yang dihasilkan dalam proses pengkanjian, proses penghilangan kanji, penggelantangan, pemasakan, merserisasi, pewarnaan, pencetakan dan proses penyempurnaan.
  2. Limbah industri tekstil dihasilkan pada proses atau pembuatan bahan jadi yang dalam proses pembuatannya menggunakan pewarna yang dapat mencemari lingkungan dengan tingkat kereaktifan yang berbeda-beda.
  3. Karakteristik dari limbah industry tekstil dapat dilihat dari karakteristik kimia, fisik serta biologisnya.
  4. Umumnya  jenis dan golongan limbah industri tekstil hanya bergantung pada jenis zat warna yang digunakan. Zat warna yang sering digunkan dalam proses industry adalah zat warna azo dan turunan dari benzene.


DAFTAR PUSTAKA

http://mazwahyou.page.tl/KIMIA-LINGKUNGAN.htm
http://loveriasigit.blogspot.co.id/2013/09/pengolahan-limbah-industri-tekstil.html
https://dwioktavia.wordpress.com/2011/04/14/pengolahan-limbah-industri-tekstil/
http://task-list.blogspot.co.id/2008/03/pengolahan-dan-pemanfaatan-limbah.html







Kamis, 14 Mei 2015

Puisi Manusia dan Keadilan


Kemana Harus Ku Cari Lagi ?
 
Disaaat, yang benar dijatuhkan
Disaat, yang menang dikalahkan
Disaat, yang lurus dibelokkan
Disaat, yang tajam ditumpulkan

Tapi..
Mengapa semua itu terjadi
Kepada siapa aku harus bertanya
Kemana aku harus pergi

Impian tuk hidup sarat dengan keadilan
Seakan berubah menjadi ketidakadilan
Dimana keadilan hanya milik meraka yang kuat
Dimana ketidakadilan mutlak milik mereka yang lemah
 Miris... Sedih... Sakit....
Ibu pertiwi pun ikut bersedih
Dimana keadilan itu berada...
Dimana identitas bangsa ini...
 Dimana cerminan tanah air ini....
Mungkin keadilan berada di kantong baju mereka yang berkuasa

Karya : Ilham Juniomarno





Puisi Manusia dan Tanggung Jawab


Aku dan Tanggung Jawabku

Tanggung Jawab.....
Bukan sekedar sebuah kalimat
Bukan sekedar sebuah ucapan belaka
Tetapi.....
Itu adalah sebuah kewajiban
Tanggung Jawab.....
Itu butuh sebuah pengorbanan
Itu butuh kemauan
Itu butuh usaha
Meski sulit, tanggung jawab kan selalu ada didalam hidupmu
Jadikan tanggung jawab sebagai motivasimu
Niscaya, tanggung jawab akan merubah hidupmu
Menjadi seseorang yang berarti
dan...
Menjadi seseorang yang bermakna untuk dunia ini

Karya : Ilham Juniomarno